Awas Cairan Pembersih Vagina Itu Berbahaya!

Hati-hati untuk para wanita, membersihkan vagina dengan cairan pembersih secara rutin lebih rentan terekspos diethyl phthalate (DEP), untuk merawat infeksi vagina tertentu, tidak perlu menggunakan cairan pembersih.

1
562
Vagina Cewek, Cairan Pembersih Vagina, Cara Membersihkan Vagina

Membersihkan area vagina menggunakan cairan pembersih ternyata bisa berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian George Washington University, dilansir Reuters, Senin 27 Juli 2015.

Peneliti melakukan tes terhadap 739 urin perempuan yang punya kebiasaan berbeda dalam membersihkan vagina.

Mereka yang membersihkan vagina dengan cairan pembersih secara rutin lebih rentan terekspos diethyl phthalate (DEP). Bahan kimia ini dapat berefek buruk pada kesehatan seseorang.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Cara Membersihkan Vagina, Area Kewanitaan, Dr Sten Vermund, George Washington University

“Mereka dicurigai dapat mengubah hormon penting dalam tubuh seperti estrogen, testosteron dan tiroid,” ujar peneliti Ami Zota, dari Milken School of Public Health di George Washington University.

Penelitian yang digelar Zota dan rekan-rekan memiliki partisipan perempuan usia 20 hingga 49 tahun. Mereka yang membasuh vagina dengan cairan pembersih satu atau beberapa kali dalam satu bulan terakhir memiliki persentasi DEP lebih tinggi dalam urin.

Hal tersebut menunjukkan ada korelasi antara penggunaan cairan pembersih dan peningkatan DEP dalam tubuh. Walau para peneliti belum sepenuhnya menyatakan meningkatnya jumlah DEP murni karena cairan pembersih, atau bahan kimia tersebut benar-benar berbahaya seperti yang mereka duga, para ahli menyarankan Anda menghentikan penggunaan cairan pembersih vagina.

“Menggunakan cairan pembersih tidak diperlukan secara medis. Vagina yang sehat memiliki sistem pembersihan yang efektif,” kata Zota.

Pro dan kontra penggunaan cairan pembersih sudah lama bergulir. Dikhawatirkan dapat mengganggu level normal bakteri sehat dalam vagina. Praktek ini juga diduga berhubungan dengan infertilitas dan risiko penyakit menular seksual.

Hal senada disampaikan Dr. Sten Vermund, asisten wakil rektor kesehatan global di Vanderbilt University Medical Center.

“Jika tidak diinstruksikan oleh dokter untuk merawat infeksi vagina tertentu, tidak perlu menggunakan cairan pembersih,” Vermund berujar.

Vagina Wanita

Content Protection by DMCA.com
loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here