Ada Asteroid Raksasa Yang Diprediksi Akan Menabrak Bumi

Jika menabrak Bumi dan jatuh di Samudera Atlantik, 1950 DA akan menghasilkan ledakan besar setara 60 ribu megaton, sekitar 3,75 juta kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima.

0
369
Asteroid Raksasa Yang Diprediksi Akan Menabrak Bumi
Asteroid Raksasa Yang Diprediksi Akan Menabrak Bumi

Astronom memperingatkan adanya asteroid raksasa, 1950 DA, diperkirakan bisa menabrak Bumi. Namun berdasarkan pengamatan astronom selama ini, asteroid tersebut berupa tumpukan puing batu luar angkasa, dilansir dari Space.com, Kamis (14/8).

Kendati tidak memiliki kerapatan yang tinggi, namun astronom tidak menganggap sepele hal tersebut, mengingat Bumi sempat hancur karena hantaman asteroid. Diperkirakan asteroid dengan lebar 1,3 Km itu akan menghantam Bumi dengan kekuatan dahsyat pada tahun 2880.

Berdasarkan studi terbaru, jika menabrak Bumi dan jatuh di Samudera Atlantik, 1950 DA akan menghasilkan ledakan besar setara 60 ribu megaton, sekitar 3,75 juta kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima. Ledakan dahsyat itu diperkirakan menghasilkan gelombang tsunami setinggi 60 meter yang menghantam Pantai Timur AS.

“Saya mengharapkan menemukan astroid logam dengan kepadatan tinggi, tapi kami malah menemukan yang sebaliknya,” ujar Ben Rozitis, astronom Universitas Tennessee, yang merupakan penulis utama studi pengamatan.

Salah satunya yaitu asteroid 1950 DA, yang setengahnya berongga. “Kami tahu dari riset sebelumnya bahwa asteroid ini berputar lebih cepat dari yang seharusnya, dan kami ingin tahu mengapa,” kata Rozitis. Kendati demikian, peneliti khawatir jika nantinya mendekati asteroid yang tak begitu padat, batu luar angkasa itu berpotensi terpisah.

“Sebuah asteroid tumpukan puing kecil akan sulit untuk berinteraksi dan juga pengumpulan, karena dapat dengan mudah rusak atau hancur saat dikenakan kekuatan eksternal,” kata dia.

Atas pertimbangan tersebut, Rozitis mengusulkan skema penyenggolan atau dorongan asteroid jauh sebelum batu luar angkasa benar-benar menabrak Bumi. Namun dirinya menekankan skema tersebut berisiko besar dan berbahaya, sebab asteroid bisa dengan mudah pecah jadi puing-puing kecil.

“Oleh karena itu, alternatifnya yaitu menggunakan ‘traktor gravitasi’ atau pesawat berat yang ditempatkan dekat asteroid, yang menggunakan kekuatan gravitasi untuk menarik asteroid itu,” ucapnya.

Content Protection by DMCA.com
loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here