Aliran Sesat Panjalu Siliwangi Boleh Seks Bebas Dan Tidak Puasa

Aliran sesat Panjalu Siliwangi melarang para pengikutnya untuk berpuasa dan menghalalkan seks bebas muncul lagi di kabupaten Bogor.

0
1267
Aliran Sesat Panjalu Siliwangi

Infokami.com – Aliran sesat Panjalu Siliwangi di Cariu Kab. Bogor, dikabarkan muncul lagi dan membuat geger warga Kampung Pasirpeuteuy.

Aliran ini melarang para pengikutnya untuk berpuasa dan menghalalkan seks bebas, antar pengikutnya boleh melakukan berhubungan seks, walau telah memiliki suami atau istri.

Dengan melarang pengikutnya melaksanakan puasa, jelas alirang ini sangat menyimpang dari ajaran Islam dan agama lain.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Aliran Sesat Panjalu Siliwangi (2)

“Guru mereka yang bernama Agus Sukarna ini disebut pengikutnya dengan sebutan romo. Dia inilah yang akan memberikan nama kepada pengikut aliran ini,” jelas Khaerul.

Dikatakan Khaerul, aliran ini sebenarnya sudah menandatangani perjanjian untuk tidak menyebarkan ajaran mereka dihadapan pejabat MUI Kabupaten Bogor tahun lalu. Dalam perjanjian tersebut, mereka berjanji akan kembali ke ajaran Islam yang benar dan tidak akan menyebarkan ajaran mereka kembali.

“Namun pada kenyataannya mereka masih menyebarkan ajaran mereka. Ini yang harus diwaspadai dan menjadi pengawasan kita agar ajaran-ajaran seperti ini tidak bermunculan lagi. Artinya perjanjian yang mereka buat dengan mudah dilanggar dan kembali menyebarkan kembali ajarannya,” paparnya.

Para warga geram dengan kebangkitan alirsan sesat itu langsung mengontrog kelompok yang dipimpin Agus Sukarna tersebut. Warga menyeret sang pimpinan ke Kantor Kecamatan Cariu.

Ratusan warga dari RW 5 dan 6, Kampung Carangpulan, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mendatangi Kantor Kecamatan Dramaga karena ulah sekelompok orang yang diduga menyebarkan aliran sesat. Kelompok tersebut disebut-sebut menghalakan berhubungan seks dengan lain pasangan dan menyembah saung yang dianggap Kabah.

Kelompok tersebut bernama Pajajaran Siliwangi Panjalu. Menurut salah seorang warga RW 5, Nurhayati (50), kelompok tersebut mengajarkan apa yang dilarang oleh agama.

Aliran Sesat Panjalu Siliwangi (3)

“Mereka (kelompok sesat) ngebolehin berhubungan dengan istri atau suami orang lain,” katanya di sela aksi di halaman Kantor Kecamatan Dramaga, Sabtu (25\/8\/2012).

Bukan hanya itu, kelompok yang diperkirakan sudah mendiami Desa Cikarawang sekitar setahun itu juga mengajarkan untuk menyembah saung yang ada di sekitar markas mereka.

“Setiap malam mereka pada ngumpul, sekitar jam 2-3 malam, nyembah saung di depan rumah. Dengan nyembah saung mereka anggap dapat gelar haji satu hari satu malam,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima Nurhayati dari warga lainnya, kelompok tersebut memiliki pengikut sebanyak 10 orang. 7 orang warga Desa Cikarawang serta 3 lainnya merupakan warga yang diduga pendatang dan penyebar aliran tersebut.

“Kita pengennya alirannya dihentikan, warganya diusir dan yang kena (turut serta) diusir,\\” ujar Haryati geram.

200-an warga menggeruduk kantor Kecamatan Dramaga. Mereka menolak keberadan kelompok yang dianggap sesat yang ada di kampungnya. Aksi mereka akhirnya bubar setelah pejabat dari kelurahan dan Sekretaris Kecamatan memediasi keinginan warga.

”Ratusan warga memenuhi kantor dan meminta Agus dan pengikutnya diusir dari Cariu,” kata Camat Cariu, Didin Wahidin, seperti dilansir Metropolitan.id (grup pojoksatu.id), Rabu (8/6/2016).

Setelah dilakukan mediasi, kata Didin, Agus dan kelompoknya tidak mau bertobat dan memilih keluar dari Cariu, Bogor. “Mereka menyanggupinya,” imbuhnya.

Dalam menjalankan aksinya, aliran ini mengubah dua kalimat syahadat dalam Alquran. Nama Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul diganti dengan nama guru mereka yakni Pangeran Bagja Rosulullah.

Mereka juga menyebut syahadat mereka dengan sebutan syahadat Bogor. Selain itu, ajaran ini membolehkan pengikut mereka untuk tidak salat dan berpuasa.

”Ajaran ini melarang berpuasa karena ibadah puasa menurut mereka perbuatan yang menyiksa diri dengan tidak makan dan minum,” jelas Didin.

Yang lebih berbahaya, kata Didin, ajaran ini mensahkan berhubungan suami istri dengan pasangan lain sesama pengikut ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi.

“Harus diwaspadai dan jadi penga­wasan kita agar ajaran-ajaran seperti ini tidak bermunculan lagi,” harapnya.

Menurut Didin, pengikut ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi bukan warga Cariu. Mereka merupakan pengikut lama dan di Cariu, Didin hanya menemukan satu warganya yang menjadi kor­ban.

“Saya imbau warga serta kepala desa dan RT RW untuk selalu mewaspadai warga pendatang agar aliran sesat dan menyesatkan se­perti ini tak lagi bermunculan,” katanya.

(IFk*/pojoksatu/detik)

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here