Beredar Video ISIS Memenggal 700 Warga Sheitat Karena Tolak Baiat

Sekitar 100 dari 700 yang dieksekusi adalah pejuang Sheitat yang melawan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sisanya, sekitar 600 orang lagi adalah warga sipil.

0
1308
Video ISIS Memenggal 700 Warga Sheitat Karena Tolak Baiat
Video ISIS Memenggal 700 Warga Sheitat Karena Tolak Baiat

Video berisi cuplikan gambar mengerikan beredar secara online yang memperlihatkan pemenggalan beberapa warga a-Sheitat di desa-desa Suriah.

Aljazeera melaporkan, pada cuplikan video itu tergambar orang-orang ISIS tertawa dan mengolok-olok para korban dengan menirukan kambing yang disembilih selagi mereka mengeksekusi para korban.

Beberapa korban yang dieksekusi itu bahkan termasuk mereka yang cedera karena memerangi ISIS. Sejumlah laporan menunjukkan para laskar ISIS menyeret sejumlah orang dari rumah sakit Hujein dan New Medical Center di kota Mayadeen sebelum memenggal kepala mereka.

Pembantaian itu terjadi setelah negosiasi kedua kelompok (ISIS dan warga kabilah al-Sheitat) gagal, dan setelah para pemimpin suku-suku beraliran Syiah menolak pernyataan setia kepada ISIS.

Minggu pekan lalu, seorang pemimpin Syiah menyeru para laskar ISIS untuk bertobat dan meninggalkan kelompoknya. Pemimpin Syiah ini menyeru para laskar ISIS untuk mengikuti “agama rahmat” dan meninggalkan apa yang disebutnya “gembala penyimpang“.

Dalam kejadian terpisah Sabtu kemarin, setidaknya 22 orang mati ketika sebuah bom mobil diledakkan di sebuah provinsi bagian selatan Suriah yang dikuasai pemberontak Sunni penentang Assad.

Ledakan itu terjadi di depan sebuah masjid di kota Namar di Provinsi Deraa yang dikuasai pemberontak Suriah.  Turut menjadi korban dalam kejadian ini adalah para wanita dan seorang anak kecil, demikian Aljazeera.

Aktivis hak-hak asasi manusia (HAM) Suriah mengatakan Kelompok Negara Islam (Islamic State/ISIS) mengeksekusi sedikitnya 700 orang dari suku Sheitat, Suriah Timur, dengan cara dipenggal kepalanya dalam dua pekan terakhir.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Sabtu, 16 Agustus 2014, aktivis HAM Suriah yang berbasis di London, Syrian Observatory for Human Rights, menyebut mayoritas korban adalah warga sipil. Warga suku Sheitat yang bermukim di wilayah timur Suriah, dipenggal kepalanya setelah ditangkap oleh kelompok ISIS.

Para korban adalah warga Desa Ghranij, Abu Hamam, dan Kashkiyeh di provinsi yang dikuasai ISIS, Deir Ezzor. Aktivis HAM mendapatkan data tersebut dari jaringan aktivis dan para medis di lapangan.

Menurut Ketua Observatory, Rami Abdel Rahman, nasib 1.800 anggota suku Sheitat lainnya belum diketahui.

Hari Sabtu, oposisi, Koalisi Nasional Suriah (SNC), meminta Amerika Serikat dan sekutunya juga menggempur kelompok IS di Suriah, seperti yang dilakukan di Irak. Dalam jumpa pers di Turki, pemimpin SNC, Hadi al-Bahra, menuduh komunitas internasional bersikap standar ganda.

“Tidak ada alasan bagi mereka untuk tetap menutup mata atas apa yang terjadi di Suriah, kami telah menerima laporan didukung dengan dokumen dan video soal kejahatan kemanusiaan yang dilakukan ISIS setiap hari di Deir Ezzor,” kata Al Bahra seperti dilansir Al Jazeera, Ahad, 17 Agustus 2014.

 

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here