Bikin Geram, PM Australia Tony Abbott Ungkit Bantuan Aceh 2014

PM Australia Tony Abbott tentang mengungkit ungkit masalah Tsunami unuk membebaskan Vonis hukuman mati untuk 2 Warga Australia

0
302
PM Australia Tony Abbott Ungkit Bantuan Aceh 2014

Sikap PM Australia Tony Abbott  mengungkit-ungkit masalah bantuan untuk Aceh saat terjadi Tsunami tahun 2004 silam..

1. Pertama tama Silahkan baca PM Australia Tony Abbott tentang mengungkit ungkit masalah Tsunami unuk membebaskan Vonis hukuman mati untuk 2 Warga negaranya diindonesia karena khasus Narkoba.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Rabu (18/2/2015), mendesak Indonesia untuk mengingat kontribusi besar Canberra dalam bantuan setelah tsunami dahsyat tahun 2004 dan membayar kemurahan hati itu dengan membatalkan eksekusi dua warganya yang divonis mati dalam kasus perdagangan narkoba di Bali.

PM Australia Tony Abbott tentang mengungkit ungkit masalah Tsunami

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Indonesia telah menegaskan bahwa Andrew Chan (31 tahun) dan Myuran Sukumaran (33 tahun), pemimpin kelompok perdagangan narkoba yang disebut Bali Nine, akan berada di antara kelompok narapidana berikutnya yang akan menghadapi regu tembak. Namun, pihak Indonesia masih tutup mulut tentang kapan eksekusi akan berlangsung dan narapidana asing mana saja yang akan bergabung dengan dua warga Australia itu.

Abbott mengatakan, dalam meningkatkan tekanan terhadap Jakarta, ia terus berusaha “menjadi suara pribadi yang terkuat” kepada Presiden Indonesia Joko Widodo dan memperingatkan bahwa dirinya akan merasa “sangat sedih” jika permintaannya untuk membatalkan eksekusi itu diabaikan.

“Australia telah mengirim bantuan miliaran dollar,” katanya, merujuk pada bencana tsunami yang menewaskan 220.000 orang di 14 negara. Dari jumlah itu, hampir 170.000 orang berasal dari Indonesia.

“Kami mengirim sebuah kontingen besar angkatan bersenjata kami untuk membantu di Indonesia dengan bantuan kemanusiaan… Saya ingin mengatakan kepada rakyat Indonesia dan Pemerintah Indonesia, kami di Australia selalu ada untuk membantu kalian dan kami berharap bahwa kalian mungkin bisa membalas dengan cara ini pada saat ini.”

“Kami akan membuat ketidaksenangan kami diketahui. Kami akan membuat rakyat Indonesia tahu bahwa kami merasa sangat kecewa,” kata Abbott ketika ditanya apa yang akan terjadi jika eksekusi tetap berlangsung.

“Saya tidak ingin memberikan penilaian yang buruk terhadap hubungan terbaik dengan seorang teman dan tetangga yang sangat penting.

“Namun, saya harus mengatakan, kami tidak bisa mengabaikan hal seperti ini begitu saja jika usaha yang kami lakukan diabaikan oleh Indonesia.”
Hukum Australia tidak menerapkan hukuman mati.

Selasa kemarin, Chan dan Sukumaran diberi secercah harapan ketika perpindahan mereka ke Nusakambangan ditunda. Kejaksaan Agung mengatakan, eksekusi terhadap mereka tidak akan terjadi pada minggu ini. Kantor berita AFP melaporkan, penundaan itu untuk merespons Canberra yang mendesak tersedianya lebih banyak waktu bagi keluarga untuk bersama orang-orang terkasih mereka dan terkait kapasitas di Nusakambangan.

Meskipun demikian, pemerintah menegaskan eksekusi terhadap warga Australia itu, yang divonis mati bersama warga Perancis, Ghana, Brasil, dan Nigeria, akan tetap dilakukan setelah permohonan grasi mereka ditolak Presiden.

Hubungan Australia-Indonesia stabil dalam beberapa bulan terakhir, setelah pulih dari keretakan pada 2014 terkait bocornya aksi mata-mata Pemerintah Australia terhadap Indonesia dan masalah penyelundupan manusia.

Upaya legal dan diplomatik untuk menyelamatkan dua warga Australia itu meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Para mantan Perdana Menteri Australia yang masih hidup kemarin mendesak Jakarta untuk menyelamatkan nyawa dua orang itu. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mencatat permintaan mereka, tetapi menegaskan “masalah itu adalah murni masalah penegakan hukum”.

Namun, rekannya dari Australia, Julie Bishop, tidak setuju. “Indonesia sendiri mengirim utusan kepada pemerintah negara lain untuk membatalkan eksekusi mati warga negara Indonesia yang dijatuhi hukuman mati di negara tersebut,” kata Menlu Bishop.

“Setahu saya, Menlu Indonesia juga pernah melakukan upaya seperti itu. Jadi, ketika Indonesia melakukannya, jelas ini merupakan isu kebijakan luar negeri karena melibatkan menlu,” ujarnya.

(atjehpost.co)

2. Akhirnya Jawaban dari PM Australia membuat tersinggung Rakyat Aceh…

Quote:BANDA ACEH, KOMPAS.com — Mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh merespons serius gerakan #KoinUntukAustralia.

Mulai Jumat (20/2/2015), mereka resmi membuka posko pengumpulan koin untuk mengembalikan uang Australia yang pernah diberikan untuk membantu Aceh semasa tsunami.

ahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)

Ketua KAMMI Aceh Darliz Aziz kepada Serambinews.com mengatakan telah resmi membuka posko di Sekretariat KAMMI Aceh, Jalan Prada Utama No 2 Lamgugub, Syiah Kuala, Banda Aceh. Ia mengatakan, warga yang sudah mengumpulkan koin bisa mengantarkannya ke sekretariat atau bisa juga menghubungi koordinator posko, Martunus, di nomor +6285358673643.

“Malam ini sudah resmi dibuka. Esok juga kami sudah stanby dan akan kembali berembuk dengan sejumlah ormas kepemudaan di Aceh,” kata Darliz Aziz.

Ia mengatakan tidak setuju dengan pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang menghubungkan vonis mati terpidana narkoba dengan bantuan tsunami bagi rakyat Aceh.

“Kita siap kembalikan dana itu dan kami meminta hukuman mati itu tetap dilanjutkan untuk menyelamatkan generasi muda Aceh dan Indonesia,” katanya.

Menurut dia, rakyat Aceh menghargai dan berterima kasih atas semua bantuan yang diberikan saat tsunami, termasuk Australia.

“Tetapi, kalau diungkit, ya kita tersinggung, apalagi dijadikan adu tawar bagi bandar narkoba perusak generasi bangsa. Masyarakat Aceh bukan masyarakat yang bisa dikasih bantuan lalu dikata-kataian,” ujarnya dengan nada kesal.

KAMMI Aceh juga meminta Presiden Jokowi tetap tegas dan melanjutkan eksekusi mati kepada para pengedar narkoba di Indonesia. “Hukum harus ditegakkan jangan pandang bulu walau langit akan runtuh,” pungkasnya melalui saluran telepon pada Jumat malam. (Arif Ramdan)

(nasional.kompas.com)

Ane sendiri berharap Eksekusi mati itu tetap dijalan kan…..kenapa? toh indonesia juga minta tolong kalau ada WNInya mau dihukum mati?

jawaban ane Pribadi : Perbedaannya beda soalnya kenapa? sudah berapa Juta Anak muda penerus generasi bangsa meninggal setiap tahun karna Narkoba? inget bukan hitungan 1 or puluhan orang yang terkena peengaruh narkoba ini..Anak yang baik jadi jahat dengan narkoba… mereka yang menjual/mengedarkan narkoba senang2 dengan hasil penjualan Narkoba mereka dan mereka sadar bahwa itu merusak orang lain bahkan jutaan orang karna narkoba… apakah orang semacam itu pantas untuk di ampuni??

BAGAIMANA MENURUT AGAN2 SEMUA TENTANG HAL INI APA TANGGAPAN KALIAN TENTANG INI ?

Oleh: Kaskuser http://www.kaskus.co.id/thread/54e898b01cbfaa20478b456c

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here