Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” Ngajak ML Karya Toge Aprilianto

Mari kita kupas isi buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran" yang tabu untuk remaja khususnya ABG. Kecaman dan Hujatan bahkan pelaporan pihak berwenang untuk Penerbit Buku karya Toge Aprilianto.

0
953
Buku Saatnya Aku Belajar Pacaran Ngajak ML Karya Toge Aprilianto

Buku karya Toge Aprilianto  berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” mndapat kecaman keras dari para netizen di media sosial. Dalam sebagian halamannya, menganjurkan bagi yang pacaran untuk melakukan seks bebas (making love – ML). Meskipun setelah anjuran tersebut Toge memberikan catatan bahwa jika para pelaku harus siap dengan konsekuensinya, namun netizen menganggap hal itu tabu dan tidak sesuai dengan adat ketimuran maupun norma agama. Penulis yang juga seorang psikolog dari Surabaya.

Sang Penulis buku Saatnya Aku Belajar Pacaran meminta maaf atas kelalaiannya menerbitkan buku itu, setelah menuai kritik keras di media sosial.

Penulis buku Saatnya Aku Belajar Pacaran meminta maaf atas kelalaiannya

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Kontroversi buku terbitan Brillian Internasional ini bermula dari sebuah postingan di Komunitas Bisa Menulis di Facebook.

Saat itu, akun Teeamtamzir Bugeazt memfoto salah satu halaman buku yang isinya dianggap menganjurkan anak muda untuk berhubungan seks.

Anggota DPD RI, Fahira Fahmi Idris, melalui akun Twitternya mengatakan buku tersebut adalah “racun bagi remaja kita karena melanggar nilai agama, etika, moral, merusak pola pikir generasi muda.”

“Lain kali terbitkan buku untuk diri sendiri saja alias tulis, cetak, baca sendiri, terus simpan di rumah sendiri,” kata Soraya Nurul Amalia melalui @Sorayaamalia12.

Buku Saatnya Aku Belajar Pacaran Ngajak ML Karya Toge

“Jadi kalo pacarmu ngajak ML, kamu boleh aja nurutin maunya dia, kalo kamu sanggup. Artinya, kamu mau nglakuin itu n kamu juga siap ngdepin akibat dari perilaku ML itu,” tulis Toge dalam sebuah halaman pada bukunya, seperti tertulis dalam potongan foto yang banyak dijumpai lewat Facebook.

Buku Saatnya Aku Belajar Pacaran Ngajak ML Karya Toge

Toge mengambil hati pembacanya dengan menyesuaikan kondisi psikologis remaja yang serba ingin tahu.Bahkan kalimat subjudul kontroversial pada cover buku yang cukup menarik minat remaja lugu adalah “karena pacaran membuatku memahami bagaimana memaknai relasi”. Selain itu, pengemasan kalimat dalam buku tersebut tidak memakai kaidah EYD. Penulisan menyesuaikan gaya bahasa anak gaul masa kini yang kerap bercakap dengan singkatan kata.

 

Netizen pun banyak berkomentar dengan nada emosi. Salah satunya menyoroti tentang HIV/AIDS yang begitu mudah menyebar saat ini di kalangan anak muda.

“Ayo kita sweeping buku2 porno. Bullshit dgn kebebasan ekspressi. Sy pernah kerja di tempat yg kampanye “ATM Kondom” utk anak remaja (mencegah HIV\aids). Apa mrk gak mikir kalo anak mrk zina, narkoba, dan kena HiV?” tutur seorang netizen, seperti dikutip laman Viva.

Sementara itu, akun milik Syaiful Hadi mengingatkan penulis tentang aturan norma yang berlaku di Tanah Air. Penulis dinilai lupa bahwa masyarakat Indonesia masih menjunjung norma agama, adat istiadat, dan budaya leluhur.

Buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran" Ngajak ML Karya Toge Aprilianto

“Kita tidak bisa disamakan dengan negara-negara Eropa yang hidup semau gue asal tidak menyakiti orang lain. Terlepas dari itu semua, ketika saya membaca lembaran itu, ada beberapa kata yang tidak sesuai EYD, ada beberapa kalimat yang tidak baik, dan jauh sekali dari kata berkualitas,” tulis Syaiful.

Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” garapan Toge Aprilianto ini diterbitkan oleh penerbit Brilian Internasional. Toge juga pernah menulis karya lain seperti “Ku Didik Diriku Demi Mendidik Anakku” dan “Ku Rangkul Diriku Demi Merangkul Bahagiaku”.

Topik Populer:

  • cerpen ml polisi no sensor
Agen Distributor Toko Jual Hammer Of Thor COD Di Semarang
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here