Detik-detik Pesawat GarudaTergelincir, Benturan Keras Dan Roda Pesawat Lepas Di Makassar

Detik-detik Pesawat GarudaTergelincir, Benturan Keras Dan Roda Pesawat Lepas Di Makassar

14

Kronologis awal, pesawat GA-618 Cengkareng-Ujungpandang pada 14.45 waktu setempat, "over runway" 13-31," ata Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Farid Nugraha dalam pesan elektronik di Jakarta, Selasa (2/6/2015)

Detik-detik Pesawat GarudaTergelincir, Benturan Keras Dan Roda Pesawat Lepas Di Makassar

Penumpang Garuda Indonesia GA 618 menceritakan detik-detik sebelum insiden pesawat tergelincir keluar landasan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (2/6/2015).

Enggar Paramita, penumpang itu, mengatakan bahwa suasana di kabin penumpang tetap tenang, tidak terjadi kepanikan saat pesawat mendarat disertai benturan keras.

Pesawat Boeing 737-800 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut dia, setelah lepas landas, perjalanan pesawat tujuan Makassar itu lancar, tidak ada hambatan. Cuaca tampak cerah.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Tapi, begitu pesawat memasuki kawasan Makassar, cuaca mendung dan disusul hujan lebat.

“Dari kaca tidak terlihat apa-apa,” kata Enggar, seperti dikutip infokami dari Kompas.com, Selasa sore.

Saat itu kondisi hujan deras, sekitar pukul 14.35 Wita, pilot berusaha mendaratkan pesawat. Proses mendarat pun terasa tidak mulus, dan terjadi benturan keras. Dia mengatakan, penyebabnya belum diketahui. “Tidak lama kemudian terjadi pengereman parah sampai terlihat ada asap,” ucapnya.

Enggar merasakan pesawat seperti kehilangan arah dan miring.

“Rasanya kayak terpelanting sesudah mendarat, sempat terayun-ayun sebelum akhirnya berhenti,” kata dia.

Saat ditengok, sebagian roda pesawat ternyata sudah berada di luar landasan, tepatnya di atas rumput.


Kronologi Pesawat Garuda Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin


Ban depan dan ban sebelah kiri pesawat keluar dari runway. “Pada pukul 14.45 Wita, pesawat mendarat di runway 13. Namun pada pukul 14.50 Wita, pesawat mengalami overshoot (tergelincir) di runway 31 sehingga ban depan dan ban sebelah kiri keluar runway,” kata Lafri. 

Lafri mengatakan, pesawat Garuda yang tergelincir mengangkut 148 penumpang. Namun, semua penumpang dan kru pesawat selamat dan segera dievakuasi menuju gate 7 bandara.

“Kronologis awal, pesawat GA-618 Cengkareng-Ujungpandang pada 14.45 waktu setempat, “over runway” 13-31,” ata Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Farid Nugraha dalam pesan elektronik di Jakarta, Selasa (2/6/2015).

Farid menjelaskan kondisi roda depan dan kiri terperosok ke “shoulder” dan roda kanan masih di runway (beraspal). Dia menyebutkan 146 penumpang dan delapan kru selamat dan Saat ini semua ditempatkan di terminal kedatangan.

“Rencana evakuasi pesawat hari ini dengan ditarik ke belakang (push back), sementara evakuasi dengan menggunakan ‘salvage’ masih disiagakan,” katanya.

“Awak kabin meminta penumpang tetap tenang, duduk, dan memakai sabuk pengaman,” ujarnya. Awak kabin juga meminta penumpang untuk tidak menyalakan ponsel.

Para awak kabin memastikan bahwa kondisi masih terkendali. Tidak lama kemudian, mesin pesawat mati.

Penumpang harus menunggu sekitar 45 menit di dalam pesawat sampai petugas evakuasi datang. Dalam kondisi hujan, penumpang akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan bus. Mereka turun dengan tetap menggunakan tangga pesawat.

Foto diperoleh dari Kompas.com dari anggota DPD RI asal Sulawesi Selatan Abdul Azis.

“Semua penumpang duduk super-tenang meski sempat kegerahan. Itulah salah satu yang membuat evakuasi berjalan smooth,” kata dia.

Setelah itu, penumpang dikumpulkan di dalam satu ruangan. Para penumpang diberi minuman dan makanan sambil menunggu barang-barang yang ada di bagasi dikeluarkan. “Sekitar pukul 17.10 Wita, semuanya beres,” kata Enggar.

loading...

4 COMMENTS

Leave a Reply