Gadis Bisyar di Boarding House Tebet – Vagina Street

Vagina Street sudah lama terkenal di dunia maya di sejumlah forum internet. Selain para bisyar, ada juga jasa pijat plus. Jadi tentunya banyak akun-akun bisyar lainnya seperti @Tataa_Chubby.

0
437
Gadis Bisyar di Boarding House Tebet - Vagina Street

Di rumah kos warna pink ‘Boarding House 15C‘ di Tebet Utara, Jakarta Selatan, terjadi kasus pembunuhan terhadap Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tataa Chubby, seorang wanita yang dikenal dengan istilah ‘bisyar‘ di dunia maya. Apakah ada ‘Tataa’ lainnya di sana?

Polisi sudah memastikan adanya aktivitas seksual di balik pembunuhan terhadap Deudeuh. M Prio Santoso, orang yang membunuh Deudeuh mengaku sakit hati karena disebut bau badan saat berhubungan intim untuk kedua kalinya. Kencan pertama mereka lakukan pada Maret 2015 lalu di tempat yang sama.

 

Boarding House Tebet utara

Kepada polisi, Rio mengaku berkenalan via twitter dengan akun @santos06yoyo dan menyapa Deudeuh di akun @Tataa_Chubby. Setelah janjian, mereka pun langsung bertemu di kos Boarding House 15C, tepatnya di kamar Tataa nomor 28.

“Saya tidak ngobrol apa-apa lagi. Langsung memakai jasa,” kata Rio saat diwawancarai TVOne, Rabu (15/4/2015).

Siapa sangka, ternyata ‘jasa’ yang diberikan Tataa malah dibalas dengan cekikan. Dipicu oleh omongan Tataa yang menyindir bau badan, Rio pun marah. Dia mencekik, lalu melilit sang janda dengan kabel hingga tewas.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Alberd TB Sianipar menegaskan, setelah fokus pada pembunuhan, dia akan menertibkan akun-akun bisyar seperti @Tataa_Chubby. Tentu saja ini harus bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pertanyaan selanjutnya, apakah Tataa hanya sendiri di kosan tersebut? Salah seorang tetangga kos Tataa bernama Samsul mengatakan, Tataa tidak sendiri. Ada beberapa rekannya yang satu profesi juga tinggal di sana.

“Di sini memang banyak yang berprofesi sejenis dengan dia,” kata Samsul.

Gadis Bisyar di Boarding House Tebet  - Vagina Street

Samsul yang merupakan pekerja perusahaan konsultan ini baru tinggal kurang lebih setahun di kos-kosan ini. Soal pekerja seks komersial yang tinggal di lokasi, dia menyatakan satu demi satu dari mereka sudah berpindah hunian.

“Mereka-mereka itu sekarang sudah banyak yang pindah‎, setelah ada kejadian pembunuhan itu,” kata Samsul.

Kamar kos itu disebut-sebut cukup terkenal di dunia maya. Kawasan di sekitar kosan itu bahkan disebut ‘Vagina Street’ di sejumlah forum internet. Selain para bisyar, ada juga jasa pijat plus. Namun memang dilakukan oleh individu-individu, bukan dikendalikan oleh pengelola kos.

Sedikit informasi soal kosan tersebut. Menurut polisi, jumlah kamarnya ada 28. Biaya kos kamar Tata Rp 2 juta per bulan. Para penghuni mendapat fasilitas berupa kamar mandi di dalam, lemari pakaian, AC, tempat tidur dan TV kabel. Sebuah area parkir cukup luas juga ada di depan kosan.

Warga sekitar sudah curiga dengan aktivitas kosan. Sebab, memang bisa campur antara wanita dan pria. Selain itu, sejumlah kamar ada yang bisa disewa per jam atau bahkan harian.

“Kosan itu dikenal sering buat sewa perjam. Sering keluar masuk cowok,” ujar warga sekitar kosan, Dito.

Pembunuhan wanita yang kerap ‘berjualan’ via online terungkap. Pelaku ternyata M Prio Santoso, pelanggan terakhir Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Mpi.

Kronologi Lengkap Pembunuhan Deudeuh

Baca: Kronologi Lengkap Pembunuhan Deudeuh

Kini, kamar Tataa masih dipasangi garis polisi. Sejumlah penghuni pun ada yang pindah. Kepada detikcom, ada yang mengaku ketakutan karena pernah melihat fenomena gaib: mendapat bisikan ‘minta maaf’ dari kamar Tataa. Belum jelas, apakah mereka yang pindah adalah rekan-rekan seprofesi dengan Tataa atau bukan. Yang pasti, dugaan prostitusi di kosan itu untuk sementara masih jadi misteri.

Topik Populer:

  • gadis bisyar
  • gadisbisyar
Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here