H-1 pengumuman KPU, Polda-Polres ini siapkan strategi pengamanan

0
339
INFOKAMI.COM - siaga 1
Simulasi Pengamanan Pilpres 2014

Sejumlah Polda dan Polres di seluruh Indonesia sudah menyiagakan personelnya dalam pengamanan rekapitulasi surat suara Pilpres oleh KPU.

Masing-masing wilayah punya prosedur dan sistem pengamanannya sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Mulai dari pengamanan objek vital, siaga 1, dan patroli besar-besaran yang dilakukan beberapa Polda dan Polres di seluruh Indonesia demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Salah satunya yang dilakukan Polda dan Polres ini, seperti dikutip dari antaranews, Senin (21/7):

INFOKAMI.COM - Simulasi Pengamanan Pilpres
Simulasi Pengamanan Pilpres
Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

1.Polda Jateng jaga objek vital
Kepolisian Daerah Jawa Tengah akan menjaga berbagai objek vital yang tersebar di berbagai wilayahnya menjelang pengumuman hasil Pemilihan Umum Presiden 2014 pada 22 Juli.

“Kepolisian siap untuk mengamankan situasi berkaitan dengan pengumuman hasil pilpres,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Nur Ali di Semarang, Senin (21/7).

Menurut dia, personel akan disebar untuk mengamankan berbagai objek vital seperti pusat-pusat perekonomian, kantor pemerintahan, dan sebagainya. Hingga saat ini kondisi Jawa Tengah masih kondusif selama Pemilu 2014.

Ia meminta masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kondusifitas wilayah tersebut, khususnya menjelang pengumuman pilpres. Kepolisian bersama TNI, lanjut dia, siap mengantisipasi timbulnya kerawanan.

“Kami serius dalam mengamankan, pasti akan kami tindak tegas,” ujarnya.

2.Polda NTT kendalikan situasi kondusif
Seluruh personel Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menyiapkan seluruh personel untuk menjaga dan mengendalikan situasi agar tetap kondusif.

“Prinsipnya, kondisi keamanan di seluruh wilayah NTT masih dalam kendali aparat Polri dan dibantu TNI, dengan tetap menyiagakan semua personel masing-masing,” kata Kapolda Nusa Tenggara Timur, Brigjen Pol Untung Yoga Ana, di Kupang, seperti dikutip dari antaranews, Senin (21/7).

Personel yang disiagakan saat menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden, dengan sandi Mantab Brata, masih tetap disiagakan, untuk kepentingan Kamtibmas daerah ini. Hal itu, kata dia, akan dilakukan di setiap jajaran Polres masing-masing daerah hingga ke tingkat yang paling bawah.

Dengan demikian, dapat dipastikan, kondisi keamanan wilayah ini, masih dapat terkendali baik, untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Kepada masing-masing pendukung capres=cawapres, diharapkan untuk tetap menjaga kondisi masing-masing dan tetap menghormati keputusan KPU Pusat selaku penyelenggara yang diberikan kewenangan oleh undang-undang.

Untuk pendukung calon presiden yang menang, juga diimbau untuk tidak melakukan kegiatan perayaan kemenangan yang berlebihan dan bisa mengganggu masyarakat lainnya, bahkan memicu tersulutnya konflik antarpendukung.

“Hindari kegiatan yang bisa menyulut konflik. Terimalah kekalahan dan kemenangan sebagai sebuah proses demokratisasi yang bersih demi kejayaan seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia,” katanya.

3.Polres Magelang siagakan 3 kompi pasukan gabungan
Kepolisian Resor Magelang, Jawa Tengah, melakukan antisipasi kerawanan pada penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres. 3 Kompi pasukan gabungan TNI-Polri pun disiapkan.

“Kami melaksanakan antisipasi kerawanan berkaitan dengan keputusan hasil rekapitulasi tingkat nasional, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Kami yakin masyarakat Magelang sudah dewasa dalam berdemokrasi,” kata Kapolres Magelang, AKBP Murbani Budi Pitono di Magelang, Senin.

“Guna antisipasi kami siapkan tiga kompi pasukan gabungan dari TNI dan Polri termasuk di dalamnya Satpol PP,” sambungnya.

Menurut dia, personel disiapkan di daerah-daerah rawan meliputi Mertoyudan atau sekitar mall Artos, kemudian Muntilan, Secang dan daerah Salaman.

Ia mengatakan, personel disiapkan tanpa senjata, diutamakan untuk upaya preventif dengan menggunakan tongkat pentungan. Sedangkan senjata digunakan ketika menghadapi suatu eskalasi yang memang membutuhkan sesuai dengan standar ancaman.

“Senjata tetap kami siapkan, tetapi itu ada polanya, ada prosedurnya dalam penggunaannya. kami juga punya tim reaksi cepat satu pleton untuk menghadapi kejahatan dengan intensitas tinggi,” jelasnya.

4.Polda Banyumas siaga 1
Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, menetapkan siaga I guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerusuhan menjelang penetapan hasil rekapitulasi suara Pilpres oleh KPU.

“Sesuai dengan arahan, kami melaksanakan siaga I, baik Polri maupun TNI,” kata Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiyono di Purwokerto, Senin.

Pihaknya telah siap untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi menjelang penetapan hasil rekapitulasi suara tingkat nasional Pilpres 2014 yang akan dilakukan oleh KPU Pusat pada Selasa (22/7).

Oleh karena itu, kata dia, seluruh personel Polri dan TNI di wilayah Banyumas telah disiagakan. “Kami juga selalu memonitor situasi dan perkembangan di wilayah Banyumas,” katanya.

5.Polres Lombok Barat patroli skala besar
Jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, juga dalam kondisi siaga satu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadi saat pengumuman rekapitulasi oleh KPU.

“Berdasarkan perintah dari Kapolri, pada saat video ‘conference’ menjelang pengumuman hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai 20 Juli, kami diperintah untuk siaga satu,” kata Kapolres Lombok Barat AKBP Yulianus Yulianto di Gerung, ibu kota Kabupaten Lombok Barat.

Siaga satu itu, kata dia, maksudnya bahwa dalam 24 jam, semua anggota kepolisian harus selalu siaga untuk melihat perkembangan situasi di masyarakat.

“Jadi bentuk kegiatan yang kami lakukan di antaranya melakukan patroli dengan skala sedang sampai dengan besar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Yulianus, melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan maupun orang yang melewati jalan tertentu. Upaya hukum ini juga digelar di Pelabuhan Lembar, dan menjadi lokasi prioritas karena jalur masuk manusia dari luar Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami melakukan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar maupun yang masuk dari Pelabuhan Lembar,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, jumlah personel Polres Lombok Barat sebanyak 850 orang, namun yang melakukan tugas rutin hanya sepertiga, sedangkan dua pertiganya disiagakan di Polres dan Polsek. Jika nantinya eskalasi meningkat, kata dia, Kepolisian Daerah (Polda) NTB siap memberikan bantuan pengamanan.

“Pasukan ‘on call’ di Polda NTB, jadi nanti kalau misalkan ada perkembangan ekalasi yang meningkat, kami bisa meminta bantuan,” ujar Yulianus.

Mengenai tindakan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan, ia menegaskan, jika ada tindak kriminal yang sudah membahayakan masyarakat dan petugas kepolisian, maka pihaknya akan bertindak sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian.

Yulianus mencontohkan, jika ada pelaku tindak kejahatan yang membawa senjata tajam, senjata api, sehingga dapat mengancam masyarakat maupun petugas, maka polisi dapat melakukan tindakan tegas dengan menggunakan senjata api.

“Kalau memang ada pelaku membawa senjata tajam dan senjata api kemduain dapat mengancam masyarakat dan petugas, polisi dapat menggunakan kendali dengan menggunakan senjata api,” jelasnya.

Content Protection by DMCA.com
loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here