Hakim Binsar: Jessica Yang Membunuh Mirna Dengan Motif Dendam

Hakim Binsar percaya bahwa meletakkan racun siandia di kopi Mirna, adalah Jessica Wongso. Itu akan terlihat, dari berbagai fakta dalam penelitian ini.

1
451
Hakim Binsar Jessica Yang Membunuh Mirna Dengan Motif Dendam

Hakim Binsar: Jessica Sengaja Membunuh, Mirna – Majelis hakim PN Jakarta Pusat, mendengar pembunuhan Wayan Mirna Saami ‘ sepakat, bahwa terdakwa, Jessica Kumala Wongso keliru membunuh temannya. Beberapa fakta dari penelitian kekuatan adalah pertimbangan hakim.

Hakim percaya bahwa meletakkan racun siandia di kopi-Mirna Jessica Wongso. Itu akan terlihat, dari berbagai fakta yang membantu kami dalam penelitian ini.

“Hakim percaya, memberikan racun adalah terdakwa Jessica,” kata hakim, Binsar Gultom.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Instalasi sebelumnya kelompok 3 kelompok yang diduga menaruh racun di pasar kopi. Yang pertama adalah restoran dari Olivier, dua penyidik kepolisian, memeriksa bukti-bukti dan pihak ketiga, pembeli kopi, yaitu Jessica.

“Dalam kelompok ini adalah sama cenderung untuk memberikan anda sianida, tetapi ada batas,” kata Binsar.

“Unsur kesengajaan bertemu dengan efektif dan meyakinkan,” kata hakim, Binsar Gultom di PN Jakarta Pusat Jakarta, Jl Bungur Raya, Jakarta pusat, kamis (27/10/2016).

Berbagai fakta, bahwa hukum alasan, hakim menjelaskan kepada Jessica sengaja membunuh, Mirna

Antara lain, fakta bahwa Jessica sengaja memesan es kopi Vietnam untuk Mirna di Kafe Olivier. Selain Jessica hanya minuman untuk Mirna memerintahkan, padahal itu Hani.

Selain itu, Jessica juga tidak pernah mengirimkan link artikel, password, twin-Mirna. Link ke artikel yang berisi adanya korban meninggal akibat minum es kopi Vietnam. Link yang dikirim Jessica beberapa hari sebelum Bobby meninggal.

Hakim: Pembunuhan Mirna Bermotif Balas Dendam – Di lihat dari keputusan yang hakim memperhitungkan bahwa latar belakang dari pembunuhan Wayan Mirna Saami ‘ bermotif balas dendam. Jessica, hakim disebut pelanggaran Mirna.

“Dari berbagai fakta dan kesaksian, untuk bertindak atas motif kriminal, karena ada unsur sakit hati atau balas dendam,” kata hakim, Binsar Gultom membaca pertimbangan hukum di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, kamis (27/10/2016).

Binsar diuraikan, ada beberapa hal yang menyakiti Jessica. Masalah asmara dengan Patrick sebagai salah satu alasan.

Selain itu, Jessica juga tidak diundang, jika Mirna menikah. Pada perjalanan pulang, ke Jakarta, dan Mirna, Jessica, yang disebut Binsar, tidak terima, anda akan menemukan kemesraan Mirna dan suaminya Arief.

Hakim: Rangga Barista Olivier Tidak Berpotensi Melakukan Tindak Pidana – Hakim Partahi Hutapea membacakan fakta-fakta hukum sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna-Saami ‘ dengan terdakwa, Jessica Kumala Wongso. Dari fakta-fakta hukum adalah salah satu poin yang diberikan Rangga barista kedai kopi / Kafe Olivier tidak berpotensi pidana.

“Berdasarkan surat dari RSCM Maret 16, yang terdiri dari psikiater dan psikolog, tidak adanya faktor risiko untuk perbuatan tindak pidana Serikat,” kata Partahi dalam pengambilan keputusan, sidang berlangsung di Pengadilan negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Bungur besar Raya, kamis (27/10/2016).

Partahi juga mengatakan, Rangga meminta sesuatu kepada seseorang untuk menolak yang bersifat pidana bisa menolak. Rangga juga tidak banyak hubungannya dengan dunia narkoba.

“Itu adalah motivasi untuk melawan pengaruh eksternal untuk tindakan kriminal,” katanya.

Majelis hakim, kata Binsar, akan membuktikan adanya unsur kesengajaan dalam perkara pembunuhan ini. Salah satunya karena sudah ada rasa sakit hati dan dendam Jessica kepada Mirna.

“Setelah ada pertemuan di Kelapa Gading pada 8 Desember 2015, terdakwa Jessica minta Mirna bikin grup WA (WhatsApp) yang berisikan 4 orang, Hanie, Vera, Mirna dan Jessica. Dari grup itulah akhirnya terdakwa dengan korban Mirna janjian bertemu pada 6 Januari 2016 di Kafe Olivier,” ujar Hakim Binsar.

Pada 6 Januari 2016 sekitar pukul 12.00 WIB, sambung Binsar, terdakwa dalam grup WA menyatakan akan mentraktir Mirna dengan memberikan pilihan menu Kafe Olivier. dari percakapan di grup, Mirna Salihin mengaku suka dengan Vietnam Ice Coffee dan terdakwa berinisiatif memesankannya untuk Mirna.

“Untuk memuluskan rencana tersebut terdakwa sengaja datang lebih dulu ke Olivier pada pukul 15.30, langsung memesan tempat duduk untuk empat orang di area tidak merokok. Lalu terdakwa melakukan observasi melihat-lihat lokasi yang jauh dari pandangan CCTV. Kemudian terdakwa membeli sabun cuci tangan dan membawa tiga paper bag langsung membawanya untuk menutupi gelas kopi,” ungkap Binsar.

Untuk memuluskan dendam dan sakit hatinya, lanjut Binsar, Jessica sengaja hanya memesan satu gelas kopi untuk Mirna. “Anehnya terdakwa memesan dua jenis minuman beralkohol tinggi untuk pria dan langsung meminumnya habis dan melakukan close bill untuk mempermudah terdakwa langsung meninggalkan tempat kejadian,” kata Binsar.

Menurut hati nurani hakim, Binsar menyatakan Jessica sangat mengetahui isi kopi karena menguasainya selama sekitar 51 menit. “Itu makanya Jessica gelisah kalau korban tidak datang karena pastilah rencana jahat Jessica akan berantakan.

Saat korban meminum kopi, terdakwa terlihat di CCTV menutup mulutnya seakan kaget.”

Lalu, imbuh Binsar, terdakwa berkali-kali mengirimkan SMS ke Sandy Salihin, kembaran Mirna, untuk menanyakan hasil laboratorium forensik lambung Mirna.

“Ini membuktikan terdakwa merencanakan meracuni Mirna. Petunjuk ini ada unsur sengaja terdakwa mematikan korban Mirna,” tegas Binsar.

Content Protection by DMCA.com
loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here