Heboh Satpol PP Cantik Dijual Atasan Rp 1,6 Juta, Ini Kronologinya!

Heboh Satpol PP Cantik Dijual Atasan Rp 1,6 Juta, Ini Kronologinya!

344

Berikut kronologi Satpol PP cantik diajak komandannya pesta minuman keras di tempat karaoke bersama pria hidung belang, dan sampai akhirnya satpol PP ini diajak tidur di hotel, simak selengkapnya.

Kronologi Satpol PP Cantik Dijual Atasan Rp 1,6 Juta

Seorang wanita anggota Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Pemkot Bandarlampung bernama Nurbaiti (27), mengaku dijual atasannya seharga Rp1,6 juta kepada seorang pria hidung belang.

Nurbaiti pun melaporkan sang komandan ke polisi pada Jumat (4/9). Kemarin, Nurbaiti menggelar konferensi pers untuk menceritakan nasibnya.

Kepada wartawan di di press room Pemkot Bandarlampung kemarin (21/9), Nurbaiti menceritakan bahwa peristiwa yang dialaminya terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 23.00 WIB.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Komandan Satpol PP Jual Bawahannya Rp1,6 Juta

Penyidik Polresta bandarlampung hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus yang masuk dalam ranah pidana Perdagangan Manusia atau human trafficking.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya saat dikonfirmasi Antara membenarkan adanya dugaan tindak pidana Human Trafficking oleh seorang Komandan Pleton Satpol PP bernama Ruswita.

“Berdasarkan laporan yang kami terima bahwa ada dugaan perdagangan manusia yang dilakukan oleh oknum Polisi Pamong Praja,” kata Dery Agung Wijaya di Bandarlampung, Senin (21/09/2015).

Satpol PP Cantik Nurbaiti Dijual Atasan Rp 1,6 Juta

Berikut kronologi berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/3707/IX/2015/LPG/Resta Balam tertanggal 4 September 2015:

Satpol PP Cantik Ini Diajak Atasan Karaoke Bareng Pria Hidung Belang

Satpol PP Cantik Dijual Atasan Rp 1,6 Juta (2)

Pada hari Rabu (2/09/2015) malam, Nurbaiti mengaku dihubungi atasannya (Ruswita), yang kemudian mengajaknya pergi namun tidak memberitahu tujuannya kemana. Nurbaiti mengaku menuruti ajakan tersebut karena posisi Ruswita sebagai atasannya

Sekitar pukul 21.00 WIB, Ruswita datang menjemput Nurbaiti di rumah temannya di daerah Garuntang. Saat itu Ruswita satu mobil dengan temannya sesama anggota Pol PP berinisial TH dan seorang pria bernama Arif dalam satu mobil.

Mereka kemudian berbarengan pergi ke tempat karaoke MGM. Di dalam tempat hiburan tersebut, Ruswita kemudian memesan sejumlah minuman beralkohol. Nurbaiti yang mengaku tidak pernah minum minuman beralkohol tersebut menolak tawaran tersebut namun dipaksa hingga menangis. Setelah didesak berulangkali dan dipegang tangannya, Nurbaiti dengan terpaksa minum minuman beralkohol namun muntah.

Usai bernyanyi ria dan pesta minuman keras di tempat karaoke tersebut pada pukul 02.00 WIB, mereka memutuskan untuk pulang. Mobil bergerak menuju ke arah rumah Ruswita di daerah Kupang, Telukbetung.

Satpol PP cantik Ini Menangis Saat Diajak tidur di Hotel

Satpol PP Cantik Dijual Atasan Rp 1,6 Juta (3)

Dalam perjalanan pulang, Nurbaiti mengaku mendadak diturunkan dan ditinggalkan seorang diri di pinggir jalan. Sementara Ruswita, TH dan Arif masih di dalam mobil.

Berselang beberapa menit kemudian, mobil tersebut kembali lagi ke lokasi tempat Nurbaiti diturunkan. Di dalam mobil tersebut, Nurbaiti mengaku melihat Arif menyerahkan uang sebesar Rp1,6 juta. Menurut pengakuan Arif kepada nurbaiti saat itu, Ruswita minta uang untuk keperluan beli susu dan juga sebagai imbalan karena sudah bisa mengajaknya ke karaoke.

Ruswita kemudian meminta agar Nurbaiti pulang bersama Arif, sementara keduanya (red: Ruswita dan TH) pulang ke rumah masing-masing.

Saat berdua dengan Arif di dalam mobil, terkuaklah niat sebenarnya dari penyerahan uang sebesar Rp1,6 juta kepada Ruswita. Menurut Aris seperti dalam pengakuan Nurbaiti, saat bertiga meninggalkan Nurbaiti di pinggir jalan, mereka ternyata pergi menuju sebuah ATM untuk mengambil uang.

Saat dalam perjalanan di mobil, Arif kemudian mengutarakan niatnya untuk mengajak Nurbaiti menginap di sebuah hotel. Nurbaiti mengaku ketakutan dan menangis serta menolak ajakan tersebut.

Arif kemudian kasihan melihat tangis Nurbaiti dan akhirnya tidak jadi mengajak ke hotel serta memutuskan untuk mengantarkan Nurbaiti ke rumahnya.

Keesokan harinya, Arif menginformasikan kepada Nurbaiti bahwa telah dihubungi oleh Ruswita untuk menanyakan hasil “pelayanan” semalam.

Ruswita kemudian marah dan mengancam karena tidak mau menuruti kemauannya sehingga Nurbaiti tidak berani masuk kantor dengan alasan trauma.

Topik Populer:

  • Cewek satpol pp nyepong kontol
  • satpol pp cantik bugil
loading...

NO COMMENTS

Leave a Reply