Investigasi Pelacuran di Dubai, Tarifnya Rp 3,6 Juta per 3 Jam, Ini...

Investigasi Pelacuran di Dubai, Tarifnya Rp 3,6 Juta per 3 Jam, Ini Videonya

36

National Geographic Channel mengirim reporternya, Mimi Chakarova, ke Dubai, ibukota Uni Emirat Arab, reporter perempuan itu melakukan investigasi ke klub-klub malam di Dubai. Ia pakai kamera tersembunyi untuk mengambil video aktivitas pelacuran di sana.

Investigasi Pelacuran di Dubai, Tarifnya Rp 3,6 Juta per 3 Jam, Ini Videonya

infokami.com – Investigasi Pelacuran di Dubai, Tarifnya Rp 3,6 Juta per 3 Jam, Ini Videonya. Para perempuan dari India, Sri Lanka, Bangladesh, Indonesia, Ethiopia, Eritrea, Pakistan, dan Filipina ke Uni Emirat Arab umumnya karena ingin bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Namun, mereka kemudian berhadapan dengan berbagai kondisi buruk. Misalnya, jam kerja yan berlebihan tanpa upah lembur, dilarang pegang paspor, pembatasan aktivitas di luar, bahkan penyiksaan fisik maupun pelecehan seksual.

https://sulaimandjaya.files.wordpress.com/2014/11/walid-bin-talal-saudi-arabia.jpg?w=700

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Banyak juga perempuan yang diperdagangkan di sana berasal dari dari Uzbekistan, Kyrgyzstan, Ukraina, Rusia, Kazakhstan, Armenia, Azerbaijan, Nigeria, Ethiopia, Eritrea, Somalia, Uganda, India, Pakistan, Afghanistan, China, Filipina, Iraq, dan Maroko.

National Geographic Channel pun mengirim reporternya, Mimi Chakarova, ke Dubai, ibukota Uni Emirat Arab.

Reporter perempuan itu melakukan investigasi ke klub-klub malam di Dubai. Ia pakai kamera tersembunyi untuk mengambil video aktivitas pelacuran di sana.

Namun, lazimnya standar jurnalistik, dia juga mewawancarai terbuka seorang pelacur dan pengamat di negeri berpenduduk mayoritas muslim yang semakin kapitalistik itu.

Liputan Mimi Chakarova dimulai dengan video suasana pantai yang berisi para perempuan berbikini sekaligus berbusana tertutup. Satu gambaran yang tepat untuk menunjukkan kontradiksi kultural di sana.

Agen Distributor Toko Jual Hammer Of Thor COD Di Semarang
loading...

NO COMMENTS

Leave a Reply