Kekejaman ISIS Saat Merebut Kota Kristen Di Wilayah Utara Irak

Gereja-gereja diduduki dan salib-salibnya disingkirkan," kata Sako, pemimpin denominasi Kristen terbesar Irak yang terkait dengan Gereja Katolik Roma

0
5865

Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), atau Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang merebut sebuah kota Kristen di wilayah utara Irak, Kamis (7/8/2014), kini menduduki gereja-gereja, menyingkirkan salib, dan membakar ribuan manuskrip.

“Sebanyak 100 ribu umat Kristen terpaksa meninggalkan kediamannya tanpa membawa apa pun, kecuali pakaian di tubuh mereka menuju ke wilayah Suku Kurdi,” kata Patriakh Louis Sako kepada AFP.

“Ini merupakan tragedi kemanusiaan. Gereja-gereja diduduki dan salib-salibnya disingkirkan,” kata Sako, pemimpin denominasi Kristen terbesar Irak yang terkait dengan Gereja Katolik Roma.

Sako menambahkan, pasukan ISIS membakar setidaknya 1.500 manuskrip. Saat ini, ISIS sudah menguasai kota Qaraqosh, kota dengan jumlah penduduk Kristen terbesar di Irak; serta wilayah sekitarnya yang awalnya dikendalikan pasukan Kurdi, Peshmerga.

“ISIS tadi malam menyerang banyak desa di wilayah Nineveh dengan tembakan mortir,” kata Sako dari basisnya di kota Kirkuk.

“Pemerintah tak bisa membantu rakyatnya, sama halnya dengan Pemerintah Kurdistan. Pemerintah Irak dan Kurdistan harus bekerja sama, menerima bantuan internasional dan bantuan persenjataan modern,” kata Sako.

Kekejaman ISIS Saat Merebut Kota Kristen Di Wilayah Utara Irak
Kekejaman ISIS Saat Merebut Kota Kristen Di Wilayah Utara Irak

“Kini kami memohon kepada semua orang baik, kepada Dewan Keamanan PBB, Uni Eropa, dan organisasi amal untuk membantu ribuan orang yang menghadapi ancaman kematian. Saya harap kita tidak terlambat untuk mencegah terjadinya genosida,” tambah Sako.

Topik Populer:

  • isis merebut kota kristen terbesar di Irak
  • cewek wni korban isis
  • foto foto kekejaman isis
  • foto keganasan ISIS
  • poto tragedi di iraq
Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here