Kronologi Penangkapan Irman Gusman Ketua DPD Korupsi Impor Gula

Penangkapan Irman Gusman oleh KPK bermula dikala XXS, MMI, & WS mendatangi hunian Irman terhadap Jumat, 17 September 2016 pukul 22.15 WIB.

0
419
Kronologi Penangkapan Irman Gusman Ketua DPD Korupsi Impor Gula

JAKARTA, INFOKAMI – Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan sebungkus uang 100 juta dalam operasi tangkap tangan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman.

Dugaan suap ini berkaitan dengan penyetujuan kuota impor gula oleh Perum Bulog.

“Kami mengamankan Rupiah 100 juta. Pemberian terhadap IG diduga terkait kuota gula impor yg dilakukan Bulog kepada CV SB utk 2016,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo dalam pertemuan pers di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 September 2016.

Agus menuturkan, dalam operasi tangkap tangan itu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap empat orang, merupakan XXS, MMI (istri XXS), WS (adik XXS), & IG juga sebagai penerima. Operasi tangkap tangan dilakukan di hunian Instansi Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman di Jalan Denpasar Raya, Jakarta.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Menurut Agus, penangkapan tersebut bermula dikala XXS, MMI, & WS mendatangi hunian Irman terhadap Jumat, 17 September 2016 pukul 22.15 WIB.

Terhadap Sabtu dini hri pukul 00.30, ketiganya ke luar hunian. Diwaktu itulah tim Komisi Pemberantasan Korupsi jelang ketiganya yg sedang berada di dekat mobil yg terparkir di halaman hunian Irman.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi lantas meminta ketiganya utk masuk kembali ke dalam hunian Irman Gusman. Ketika berada di dalam hunian, tim meminta Irman utk mengakses bungkusan berisi Rupiah 100 juta bersama lembaran Rupiah 100 ribu.

Sesudah itu, tim pula mengambil keempatnya ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi kira kira pukul 01.00 WIB.

Dua jam sebelum ditetapkan yang merupakan pelaku pengacara keluarga Irman Gusman, Tomy Singh, menuturkan kronologis kasus yg dihadapi Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu. Menurut dirinya, kasus itu bermula ketika Irman kehadiran tamu di hunian dinasnya.

“Ringkasnya, ia kehadiran tamu, Pak Irman lagi makan diluar. Telah dibilang besok saja, orangnya masih nunggun,” kata Tomy, Sabtu, 17 September 2016, sesaat sesudah ke luar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta.

Lantaran ditunggu, hasilnya Irman bergegas pulang & menemui tamunya. Sesudah berbincang sekian banyak diwaktu, tamunya juga pulang. Tomy mengaku tak tahu persis kejadian selanjutnya. “Setelah tamu pulang, Pegawai dari Komisi Pemberantasan Korupsi datang ke hunian Lembaga,” kata Tomy.

Kehadiran Tomy ke Komisi Pemberantasan Korupsi yakni buat menentukan keberadaan Irman di Komisi Pemberantasan Korupsi. Dirinya tiba kurang lebih pukul 14.30 WIB & ke luar 1,5 jam setelahnya.

“Kami mau menentukan apakah Irman Gusman ada di dalam atau gimana,” kata Tomy disaat tiba.

Terkecuali Tomy, Ketua Tubuh Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah AM Fatwa pula datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia mengaku datang buat mencari tahu identitas sebenarnya dari anggota Dewan Perwakilan Daerah yg dibekuk.

“Sebagai Ketua Tubuh Kehormatan aku mau tahu siapa yg sebenarnya,” kata Fatwa.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Asri Anas mengaku ada yg aneh bersama berita tersebut. “Menurut kami, ini sesuatu yg aneh, dikarenakan disebutkan Irman menerima sesuatu berkenaan proyek daerah. Seperti saudara ketahui, macam mana Dewan Perwakilan Daerah menyusun anggaran utk daerah?”

Tetapi, Asri membenarkan berita tertangkapnya anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) kepada dini hri tadi. “Benar IG diringkus di hunian dinasnya di Widya Chandra.

Kepastian tersebut ketahuan pukul tujuh pagi tadi dari orang Komisi Pemberantasan Korupsi,” tuturnya.

Siang ini anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dapat mengadakan rapat panitia musyawarah merespons Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman yg terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Sementara kami ingin rapat di pimpinan Dewan Perwakilan Daerah, pasti kami mesti mempunyai sikap, kami tetap menunggu keterangan resmi Komisi Pemberantasan Korupsi,” jelasnya.

INFOKAMI PORTAL NEWS

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here