Mario Meyusup Di Ruang Roda Pesawat Garuda Pekanbaru-Jakarta

Mario Steven Ambarita lantaran ingin melihat Jakarta, ia nekat menyelinap ke dalam rongga tempat roda pesawat Garuda Indonesia rute Pekanbaru-Jakarta.

0
53
Mario Meyusup Di Ruang Roda Pesawat Garuda Pekanbaru-Jakarta

Pesawat Garuda Indonesia yang hendak melakukan penerbangan rute Pekanbaru-Jakarta tersebut, berhasil menemukan penyusup atas nama Mario Steven Ambarita. Pria berusia 21 tahun tersebut langsung diproses dan bermalam di kantor administrator Otoritas Bandara Wilayah I, kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pada Selasa (7/4/2015).

Kondisi Mario Steve Ambarita (21), pemuda yang berhasil menyelinap ke dalam rongga tempat roda pesawat Garuda Indonesia rute Pekanbaru-Jakarta, Selasa (7/4/2015), masih labil.

VP Corporate Communication Garuda Pujobroto mengatakan, Mario masih menjalani perawatan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

“Yang bersangkutan saat ini sedang diinfus, jari-jarinya sudah membiru, dan ada darah di telinga,” ujar Pujo, Selasa.

Menurut Pujo, wajar jika Mario terluka. Pasalnya, pesawat Garuda GA 177 terbang dengan ketinggian 30.000-40.000 kaki. Di ketinggian tersebut, suhu dapat mencapai di bawah nol derajat. Ia menambahkan, perjalanan Pekanbaru-Jakarta ditempuh selama sekitar 1 jam 10 menit.

Berdasarkan pengakuan Mario, dia menyelinap ke tempat roda pesawat lantaran ingin melihat Jakarta.

Berikut kronologi berdasarkan pengakuan Mario kepada petugas Bandara Soekarno-Hatta, seperti dituturkan oleh VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto:

  1. Mario masuk secara ilegal ke dalam kawasan bandara.
  2. Sekitar pukul 15.16 WIB, pesawat Garuda menuju runway Bandara Sultan Syarif Kasim II untuk tinggal landas.
  3. Sejenak sebelum tinggal landas, pesawat berhenti. Pada saat itulah Mario berlari dan memanjat ke ruang roda pesawat.
  4. Sekitar pukul 16.30, saat pesawat mendarat, seorang petugas Bandara Soekarno-Hatta melihat Mario terhuyung-huyung keluar dari pesawat, dan dia langsung diamankan.
  5. Mario kemudian mendapatkan perawatan karena kondisinya masih labil, jari-jari membiru, dan telinganya mengeluarkan darah. Ia pun diinfus dan dirawat di klinik bandara.

Menurut peneliti intelijen keamanan Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib, kejadian penyusup di dalam pesawat ini sudah diketahui sejak tahun 1947 sebanyak 105 orang yang berusaha terbang dengan bersembunyi di ruang roda pesawat.

Menurut data Federal Aviation Administration Civil Aerospace Medical Institute, ada 94 penerbangan yang berusaha disusupi. Dari 105 orang yang mencoba itu, 25 sukses, bahkan ada seorang anak berusia 9 tahun.

Ridlwan Habib:

“Keberhasilan Mario ini yang pertama dalam sejarah penerbangan Indonesia. Aksi nekad Mario ini banyak memberikan pelajaran untuk aparat keamanan. Stop saling menyalahkan dan segera lakukan evaluasi dan langkah antisipasi. “

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here