Nasib Nuri Anggraeni Melawan Pam Obvit Polda Jatim, Bripda Geriza

JPU menyatakan, Nuri Anggraeni yang berprofesi sebagai SPG itu bersalah dengan melakukan tindakan penghinaan sebagaimana Pasal 310 KUHP.

0
2662
SPG freelance (Sales Promotion Girl)
Nuri Anggraeni SPG Surabaya
Nuri Anggraeni SPG Surabaya

Nuri Anggraeni (23th) seorang SPG freelance (Sales Promotion Girl), wanita cantik asal Jalan Karangan IV, Surabaya dituntut hukuman penjara tujuh bulan, karena dianggap telah menghina keluarga anggota Pam Obvit Polda Jatim, Bripda Geriza, karena menuding tetangganya telah melakukan kumpul kebo.

Kesal dengan ucapan Nuri, sang tetangga melaporkannya ke polisi dan berujung ke Pengadilan. Oleh jaksa penuntut umum (JPU) Deddy Agus Oktavianto, dari Kejari Surabaya, terdakwa Nuri didakwah pasal 310 ayat 1 KUHPidana tentang pencemaran nama baik.

Kejadian berawal dari ulah terdakwa, yang tak terima ditegur warga karena cara berkendaranya dianggap tak sopan di kampung mereka, jalan Kedurus IV Surabaya, (27/10/2013) lalu.

Salah satu warga bernama Ani Trisnawati yang saat itu keluar rumah karena mendengar adanya omelan Nuri, langsung disemprot terdakwa. “Kamu jangan ikut-ikut, kamu disini kumpul kebo (menikah tanpa surat, red),” hardik terdakwa kepada korban Ani.

Karena tak terima tudingan terdakwa, akhirnya korban melaporkan ulah terdakwa ke kepolisian dengan membawa bukti surat nikah bernomor 018/18/I/2013. “Dengan adanya surat nikah yang dimiliki korban, secara otomatis membuktikan bahwa ucapan yang dilontarkan terdakwa itu tidak benar dan sebagai tindakan pencemaran nama baik,” ujar jaksa Deddy usai sidang.


Tuntutan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (25/8/2014) kemarin.  JPU menyatakan, Nuri Anggraeni yang berprofesi sebagai SPG itu bersalah dengan melakukan tindakan penghinaan sebagaimana Pasal 310 KUHP.

Menanggapi tuntutan ini, kuasa hukum terdakwa M Sholeh langsung beraksi keras. Dia sempat menuding JPU Deddy Agus Oktavianto tidak berperikemanusiaan.

Kekesalan itu juga karena tuntutan dibacakan jaksa pengganti, Timothi dengan alasan Jaksa Deddy sedang menjalani sidang perkara lain.

“Tuntutan ini keterlaluan sebab yang disampaikan klien kami bukan fitnah melainkan kenyataan,” Ujar Soleh usai sidang.


Ia juga menuding perkara ini sudah dibolak-balik oleh aparat penegak hukum. Awalnya, Nuri Anggraeni yang melapor ke Polsek Karang Pilang dalam perkara pengeroyokan yang dilakukan oleh keluarga polisi tersebut.

Nuri Anggraeni yang melapor ke Polsek Karang Pilang
Nuri Anggraeni yang melapor ke Polsek Karang Pilang

Akan tetapi laporan itu tak kunjung ada tanggapan hingga sekarang. Malah, Nuri Anggraini balik dilaporkan oleh keluarga polisi dalam perkara pencemaran nama baik. Dalam perkara ini SPG tersebut cepat sekali ditetapkan sebagai tersangka dan sekarang sudah dalam proses sidang di PN Surabaya.

Perkara ini terjadi 27 Oktober 2013. Saat Nuri hendak pulang ke rumahnya dibonceng keponakannya, Yusuf. Motor itu juga membonceng keponakan Nuri yang lain dan masih kecil dan anak Nuri. Nuri juga membawa banyak barang. Akibat gang di rumah Nuri sempit, sehingga setiap pengendara motor diwajibkan turun bila ingin masuk gang.

Namun, karena membawa anak kecil, Nuri tidak turun dari motornya kala itu. Saat itulah keluarga Geriza menegur Nuri dan terjadi percekcokan antar mereka. Hingga sempat terjadi penganiayaan. Dalam cekcok waktu itu, Nuri sempat mengatakan jika Bripda Geriza kumpul kebo.

Foto SPG cantik Nuri Anggraeni dalam suatu acara
Foto SPG cantik Nuri Anggraeni dalam suatu acara
Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here