Ini Alasan Tersangka Memasukkan Gagang Cangkul Ke Kemaluan Eno

Ini Alasan Tersangka Memasukkan Gagang Cangkul Ke Kemaluan Eno

9000

Arif menjelaskan soal mengapa harus memasukkan gagang cangkul ke organ dalam korban. Simak keterangan lengkap dar tersangka pembunuh dan pemerkosa Eno.

Eno Parinah

Infokami.com – 3 Tersangka gelap mata menghabisi Eno karena beragam alasan mulai dari dikatai jelek hingga cinta tak terbalas.

Tersangka Rahmat Arifin alias Arif (23), Imam Harpiadi (23) dan RAL (15) punya motif yang berbeda. Tetapi ketiganya punya kesamaan, yakni dendam terhadap korban.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memastikan, dari tiga orang yang terlibat pembunuhan Enno Farihah (19), hanya seorang yang memperkosa korban.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Pemerkosa itu adalah pacar korban sendiri berinisial RA (16) yang masih duduk di bangku SMP.

Wajah Pemerkosa Eno Parinah

Pembunuhan Enno tergolong sangat sadis. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, sebelum gagang cangkul ditusukkan ke tubuhnya, korban masih sekarat karena dianiaya.

Saat itulah pelaku memperkosa korban.

“Berdasarkan hasil visum, saat cangkul dimasukan ke dalam kemaluannya, korban masih dalam kondisi hidup, tapi dalam posisi sekarat,” kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016).

Enno Parihah (18) semasa hidup, gadis cantik, yang dikenal pendiam dan baik hati. (FACEBOOK)

Penusukan cangkul itulah yang mengakhiri hidup Enno.

Bahkan gagang cangkul yang memiliki panjang 65 centimeter dengan diameter 3 centimeter itu sudah 90 persen masuk atau tinggal tersisa 15 centimeterD.

Tersangka Rahmat Arifin alias Arif (23) adalah rekan kerja korban di pabrik yang sama di mana korban bekerja di PT PGM, Dadap, Kosambi, Tangerang. Arif bekerja sebagai helper, sementara korban bekerja dengan posisi operator.

“Saya kalap saja. Jengkel karena dikatain ‘pahit, jelek’. Tiap kerja, tiap lewat. Sering kerja bareng. Dia kan operator di atas, saya helper, kadang bercanda,” ujar Arif saat ditemui di ruang penyidik, Rabu (18/5/2016).

Rasa sakit hatinya atas ucapan korban itu rupanya sudah memuncak. Sampai ada kesempatan masuk ke dalam mes korban ketika mendapati tersangka RAL di depan mes korban, akhirnya Arif langsung melampiaskan kekesalannya itu pada korban.

“Enggak tahu, pokoknya pikiran sudah kalaplah. Pikiran kosong, sudah enggak mikirin apa-apa, intinya pengin masukin (gagang cangkul) saja. Kalap saja,” kata Arif menjelaskan soal mengapa harus memasukkan gagang cangkul ke organ dalam korban.

Sementara tersangka Imam juga mengaku kesal dengan korban. Buruh di sebuah pabrik paralon itu mengaku membunuh korban lantaran sakit hati cintanya tidak terbalas.

“Jatuh cinta sama korban, sedikit. Nggak pernah ngobrol,” ujar Imam.

Imam bahkan saat pergi dari rumahnya sudah membawa sebuah garpu yang kemudian digunakan untuk menyiksa korban. Imam saat itu berperan memegangi tangan korban dan membekap wajah korban dengan bantal.

Imam bahkan baru mengenal korban selama 2 minggu. Imam kerap menghubungi korban via SMS dengan rayuan-rayuannya, namun tidak pernah dibalas korban. “Dapat nomor hape korban dari temen temennya korban. Sering SMS tapi enggak pernah dibalas,” imbuh Imam.

Lain lagi dengan RAL. Dia yang sempat bercumbu dengan korban, mengaku ikut membunuh karena kecewa dengan penolakan korban ketika mengajak berhubungan badan.

“Saya kecewa saja ditolak sama dia pas mau berhubungan badan,” ujar RAL, seorang pelajar SMP kelas 2 yang dikenal korban lewat medsos.

Topik Populer:

  • Gagang cangkul no sensor
Agen Distributor Toko Jual Hammer Of Thor COD Di Semarang
loading...

NO COMMENTS

Leave a Reply