Prabowo Harus Legowo Atas Putusan MK 21 Agustus 2014

Jika setelah putusan di MK (21 Agustus 2014) masih merasa ada kecurangan, maka ini sikap Prabowo yang tidak legowo

0
391
Tim Sukses Prabowo-Hatta
Tim Sukses Prabowo-Hatta

Achmad Rifai meminta pasangan Prabowo-Hatta dan mitra koalisinya legowo ketika Mahkamah Konstitusi tetap menyatakan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Kata Ketua Tim Advokasi Nasional Jokowi-JK tersebut.

Rifai meyakini sidang sengeta Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden 2014 yang dilayangkan Prabowo-Hatta ke MK, tidak mengubah keputusan KPU yang sudah menetapkan Jokwoi-JK sebagai pemenang pilpres.

“Kalau setelah putusan di MK (21 Agustus 2014) masih merasa ada kecurangan, maka ini sikap yang tidak legowo sehingga tidak memberikan contoh demokrasi yang baik,” ujar Rifai kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/8/2014).

Proses persidangan PHPU Pilpres 2014 sudah berlangsung dua kali. Sepanjang itu, Achmad menilai kubu Prabowo-Hatta sangat sulit membuktikan delapan hal yang dipermasalahkannya. Salah satunya adalah saksi yang dihadirkan tak meyakinkan adanya pemilu curang.

“Kita lihat saja saksi yang dihadirkan dan didatangkan dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) saja. Ini berarti mereka tidak ada saksi yang bisa menguatkan. Mereka tidak punya hal bagus untuk menguatkan dugaan pelanggaran tersebut,” jelasnya.

Selama ini, Prabowo mengklaim banyak pelanggaran dalam pilpres yang berlangsung secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Kehadiran 25 saksi yang didatangkan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jakarta, dalam sidang kemarin belum meyakinkan hakim.

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here