Raja Solo Pakubuwono XIII Dilaporkan ke Polisi Karna Dituduh Hamili Siswi SMK

0
448
INFOKAMI.COM - Keraton Surakarta Pakubuwono XIII
Bagian perut dari wanita berusia 15 tahun yang mengaku telah dihamili oleh Raja Keraton Surakarta Pakubuwono XIII

Tuduhan pencabulan yang mengakibatkan hamilnya seorang remaja menjerat Raja Keraton Solo, Pakubuwono XIII. Siswi dengan inisial AT (15) yang tercatat sebagai pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Solo tersebut, melaporkan ke Polres Sukoharjo, untuk meminta pertanggungjawaban terhadap janin dan masa depan dirinya.

Didampingi oleh kuasa hukumnya Asri Purwanti, AT menjelaskan awal kisah dia bisa berbadan dua di hadapan petugas Polres, Senin (21/7/2014) siang. Berdasarkan keterangan yang diberikan kepada petugas, AT pada bulan Maret 2014 sedang kebingungan mencari uang untuk membayar uang sekolah.

Tidak tahu harus mencari uang di mana, akhirnya AT bertemu dengan salah satu rekannya berinisial YSF (15) yang menjanjikan akan membantu mencari pekerjaan di sebuah rumah makan.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

“Berdasarkan pengakuan dari klien saya, dirinya ditawari pekerjaan di kafe oleh YSF, untuk membayar sekolah, dan waktu itu sekitar bulan Maret, dikenalkan dengan seseorang berinisial WT yang menyuruhnya untuk menunggu seseorang dengan mobil warna putih,” kata Asri saat dihubungi malam tadi.

Asri menambahkan, setelah masuk ke mobil, AT mengaku diminta untuk memakan permen. Setelah itu, dalam kondisi setengah sadar, AT merasa dibawa ke kamar hotel dan disetubuhi oleh seseorang.

“Setelah itu, AT diantar oleh WT ke YSF dengan diberi uang Rp 2 juta, namun AT hanya diberi 700 ribu dan sisanya dibawa YSF,” kata Asri.

Asri sendiri meyakini, AT membenarkan bahwa pria yang menyetubuhi dirinya adalah raja keraton Solo, PBXIII setelah diminta melihat foto PBXIII. Pihak keluarga korban melalui kuasa hukumnya sudah pernah mencoba untuk melakukan mediasi dengan pihak keraton, namun tidak ada kepastian.

Sehingga dengan alasan tersebut, kasus tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian. “Saya sudah bertemu dua kali dengan pihak keraton, saat itu adik kandung sinuhun yaitu Gusti Puger, namun belum ada juga kejelasan pertanggungjawaban mereka terhadap AT dan masa depan janinnya,” kata dia.

“Saat ini kondisi AT sangat memprihatinkan, saya hanya khawatir kondisi kesehatan bayi dan ibu karena selama empat bulan ini belum pernah periksa ke dokter,” kata Asri lagi.

Saat ini AT tinggal bersama Asri untuk dirawat, dan juga sempat dibawa ke dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilannya.

Sementara itu, dari pihak keraton menegaskan bahwa pihak keraton masih akan melakukan investigasi baik di lingkungan dalam dan luar keraton. Pihak keraton belum bisa memastikan apakan AT benar bertemu dengan PBXIII.

“Dalam kasus ini semua saja bisa mengaku menjadi sinuhun, namun prinsipnya kita sedang melakukan investigasi ke dalam dan ke luar, saat ini sinuhun juga masih di luar kota,” kata Kanjeng Pangeran Edi Wirabumi sebagai pemangku Lembaga Hukum Keraton Surakarta saat dihubungi terpisah malam ini.

Content Protection by DMCA.com
loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here