Saksi Ahli Prabowo-Hatta di Sidang DKPP Dinilai Meragukan

Fahrurrozy sering menggunakan kata "mungkin" dalam memberikan keterangan. "Kalau bilang mungkin, keahliannya diragukan," kata Arif dalam sidang kode etik DKPP di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014).

0
555
Saksi Ahli Prabowo-Hatta di Sidang DKPP Dinilai Meragukan
Saksi Ahli Prabowo-Hatta di Sidang DKPP Dinilai Meragukan

Fahrurrozy dianggap tidak memahami proses penghitungan suara dan scanning formulir C1 yang dilakukan KPU dalam Pemilu Presiden 2014. Komisioner Komisi Pemilihan Umum Arif Budiman meragukan kemampuan Fahrurrozy, saksi ahli yang diajukan oleh pihak Prabowo-Hatta, dalam sidang kode etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu DKPP.
.

Dalam kesaksiannya, Fahrurrozy sering menggunakan kata “mungkin” dalam memberikan keterangan. Hal itu antara lain dikatakannya saat menjawab pertanyaan Arif tentang apakah hologram dalam formulir C1 dan C1 plano dapat dilepas atau tidak. Fahrurrozy menjawab bahwa hologram tersebut mungkin saja bisa dilepas.

Mendengar jawaban tersebut, Arif kemudian mempertanyakan keahlian Fahrurrozy sebagai saksi ahli.

“Kalau bilang mungkin, keahliannya diragukan,” kata Arif dalam sidang kode etik DKPP di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014).

Fahrurrozy adalah saksi ahli terkait penggunaan microtext dalam formulir C1 dan C1 plano. Dalam kesaksiannya, berdasarkan pemberitaan di rumahpemilu.org, KPU menggunakan hologram agar lebih aman jika dibandingkan dengan memakai microtext.

“Saya mengutip di rumahpemilu.org, jadi disebutkan pengamanan form C1 dan C1 plano akan memakai hologram untuk meminimalisasi dipalsukan. Penggunaan microtext dirasa KPU belum cukup aman,” ujar Fahrurrozy.

Namun, kata dia, saksi di lapangan menemukan ada formulir C1 yang tidak menggunakan hologram, tetapi menggunakan microtext.

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here