Sebagai Saksi Prabowo, Yusril Sudah Mendapat Restu Dari Jokowi

Yusril mengatakan, kehadirannya di MK betul-betul sebagai ahli dan tidak berpihak pada pasangan calon manapun, meski di sidang hari ini diminta oleh Prabowo-Hatta.

0
461
Yusril Ihza Mahendra dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK)
Yusril Ihza Mahendra dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK)

Tim Prabowo-Hatta menghadirkan Yusril Ihza Mahendra dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini. Yusril mengatakan sempat ditelepon Jokowi dan berbicara mengenai rencana kesaksiannya di MK.

“Tadi malam Pak Jokowi juga menelpon saya, saya menerangkan, ‘Pak Jokowi saya hadir sebagai ahli dan diminta oleh pihak Prabowo. Saya akan menyampaikan sesuai dengan keahlian saya dan saya tidak akan memihak manapun, saya hanya akan memihak kepada konstitusi,” kata Yusril.

Hal itu disampaikan usai memberi kesaksian di sidang MK Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

“Kalau pihak Jokowi komplain, Pak Jokowinya sudah bilang, ‘monggo Pak Yusril, silakan‘,” imbuhnya.

“Bosnya sudah beritahu saya, saya terangkan besok saya akan di tempat Prabowo. Jangan ngomel-ngomel ke saya, Pak Jokowi bilang monggo silakan kok. Hehehe,” lanjut Yusril lagi.

Karenanya Yusril mengatakan, kehadirannya di MK betul-betul sebagai ahli dan tidak berpihak pada pasangan calon manapun, meski di sidang hari ini diminta oleh Prabowo-Hatta.

“Tadinya saya ingin mengajukan sendiri, tapi pihak Prabowo minta saya, tapi bila Pak Jokowi minta saya juga akan datang karena saya ingin menerapkan sistem hukum secara objektif,” kata Yusril.

“Saya hanya bertindak sebagai ahli, tidak memihak kepada pihak manapun, saya bicara sesuai dengan keyakinan saya dan saya disumpah. Orang bisa membaca keterangan ahli saya yang tidak membela sini, membela yang itu. Saya hanya menjelaskan dari segi konstitusi,” imbuh mantan menteri hukum dan HAM itu.

Yusril Ihza Mahendra terdengar pesimistis ditanya soal peluang kemenangan gugatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi (MK),

Jakarta, Jumat 15 Agustus 2014.

Yusril menyebut terbatasnya waktu pengumpulan alat bukti menjadi hambatan tersendiri bagi kubu Prabowo-Hatta untuk membuktikan dugaan pelanggaran yang terjadi selama pilpres.

“Mereka (Prabowo-Hatta) menyampaikan permohonan tiga hari, persidangan hanya 14 hari. Mungkin saja yang diungkapkan Pak Prabowo itu benar, cuma tidak cukup waktu (membuktikannya),” kata dia dijumpai ketika rehat persidangan ke-7 gugatan Prabowo-Hatta di MK, Jakarta, Jumat (15/8).

Yusril juga mengritik persidangan MK yang terlalu berkutat mempersoalkan hal prosedural. “Harusnya lebih dalam ke dalam konstitusionalitas dan legilatitas pemilu tersebut,” ujar mantan Menkum HAM tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Yusril hadir sebagai saksi ahli untuk pihak Prabowo-Hatta. Yusril memaparkan pendapatnya di podium selama enam menit, meskipun majelis hakim memberikan waktu 15 menit.

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here