Tertangkap, Mucikari Artis AS Adalah Mahasiwa 23 Th Asal Semarang

Tertangkap, Mucikari Artis AS Adalah Mahasiwa 23 Th Asal Semarang

48

Mahasiswa berinisial ATS asal Purwokerto dan ALS asal Semarang, keduanya menggunakan modus menawarkan wanita melalui BBM dan Facebook.

Tertangkap, Mucikari Artis AS Adalah Mahasiwa 23 Th Asal Semarang

Akhirnya polisi menangkap dua mahasiswa selaku mucikari artis berinisial AS yang sempat diperiksa karena diduga terlibat prostitusi dalam jaringan bersama sejumlah model di salah satu hotel di Surabaya, beberapa waktu lalu.

“Dua mahasiswa ini baru beroperasi Agustus 2015 dan bisnis prostitusi ‘on line’ yang dikelolanya berjalan lancar karena memiliki banyak anak buah,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kepada wartawan di Surabaya, Kamis (10/9).

Dua mahasiswa yang kini statusnya tersangka dan menjalani pemeriksaan intensif, masing-masing berinisial ATS asal Purwokerto dan ALS asal Semarang. Bisnis prostitusi yang dijalankan keduanya menggunakan modus dengan cara menawarkan wanita-wanita melalui grup di BlackBerry Messenger (BBM) dan Facebook (FB).

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Usai memeriksa artis AS beserta empat model lainnya, polisi memburu mucikari yang menjadi dalang bisnis tersebut hingga akhirnya ditangkap di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta. Di hadapan penyidik, kata dia, kedua tersangka mengaku memiliki banyak anak buah, antara lain terdiri dari mahasiswi, model, artis hingga wanita tuna susila.

 Tersangka dan barang bukti ditunjukkan saat release prostitusi online di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/6).  (Republika/Yasin Habibi)
Tersangka dan barang bukti ditunjukkan saat release prostitusi online di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/6). (Republika/Yasin Habibi)

“Lokasinya juga tidak di satu kota, tapi di sejumlah daerah. Bisnis ini berjalan lancar karena dilakukan secara dalam jaringan,” kata perwira menengah lulusan Akpol 1998 tersebut.

Sementara itu, khusus artis AS, sampai saat ini statusnya adalah saksi korban dan tidak dilakukan penahanan, kecuali menjalani pemeriksaan jika polisi membutuhkan keterangannya.

Sebelumnya, Satreskrim Polrestabes memeriksa artis sekaligus model asal Jakarta berinisial AS yang diduga terlibat prostitusi usai dilakukan penangkapan di salah satu hotel di Surabaya. Sebagai barang bukti, polisi menyita uang tunai Rp13,2 juta, tiga kunci kamar hotel, 28 alat kontrasepsi, lima unit ponsel dan tiga lembar “bill” hotel.

“Memang benar AS datang, Senin (7/9/2015) sekitar jam 8-9-an malam, kita panggil untuk penyidikan membahas keterangan beberapa hari yang lalu, untuk menjurus ke germonya,” jelas AKP Lily Djafar Kasubang Humas Polrestabes Surabaya, Selasa (8/9/2015).

Menurut Lily, AS datang dengan didampingi tiga orang, namun saat dimintai keterangan, AS meminta diperiksa tanpa didampingi pengacaranya. Hal itu karena statusnya sebagai sanksi.

Lily menambahkan, artis AS sangat kooperatif kepada pihak polisi, banyak pernyataan yang diberikan sebagai sumber keterangan atas kasus yang dialaminya itu.

Pemeriksaan artis AS berlangsung sekitar dua jam dari pukul 20.00-22.00 WIB. AS menjawab 10 pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Ia memang tidak mau didampingi oleh siapapun, termasuk pengacaranya, karena statusnya kan masih jadi sanksi, jadi dirasa itu tidak perlu,” terangnya.

Terkait kasus Narkotika, Lily menuturkan bahwa hal itu sudah diserahkan sepenuhnya kepada bagian narkoba.

Namun, saat ini sulit untuk menjerat dalam kasus narkoba, sebab tidak ada barang bukti pemakaian di tubuhnya, baik alat yang dipakai juga tidak ditemukan, seperti pipet juga tidak ada.

“Kita jerat pasal itu susah, sebab bekas tanda pakai narkoba tidak ada. Memang dia positif, tapi ia sendiri tidak tau, bisa saja dijebak, atau bagaimana,” lanjutnya.

loading...

NO COMMENTS

Leave a Reply