Menpora Bekukan PSSI

Menpora Bekukan PSSI: Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang Pengenaan Sanksi Administratif berupa Kegiatan Keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui.

0
20
Bonek pendukung Persebaya 1927 saat melakukan aksi di Jalan Embong Malang

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Semua aktivitas mereka tidak diakui.

Surat pembekuan bernomor 0137 tahun 2015 tersebut dirilis Kemenpora pada hari ini, setelah ditandatangani langsung oleh sang menteri, Imam Nahrawi, per 17 April 2015.

“Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang Pengenaan Sanksi Administratif berupa Kegiatan Keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui.”

Demikian antara lain isi surat tersebut. Alasan-alasan yang disebutkan adalah secara de facto dan de jure sampai dengan tenggat batas waktu yang telah ditetapkan dalam tiga teguran tertulis, PSSI nyata-nyata secara sah dan meyakinkan telah terbukti mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan Pemerintah melalui Teguran Tertulis dimaksud.

Saat ini masih berlangsung Kongres Luar Biasa PSSI di Surabaya, yang diwarnai dengan aksi demonstrasi puluhan ribu suporter Persebaya 1927 (bonek).

Aksi damai yang dilakukan ribuan pendukung Persebaya 1927 mewarnai Kongres Luar Biasa PSSI 2015, Sabtu (18/4/2015).

Bonek 1927 sudah datang di Jalan Embong Malang sejak pukul 08.30 pagi. Mereka menuntut agar PSSI dibekukan.

Dalam orasinya, Bonek Persebaya 1927 mendukung presiden menolak mafia FIFA, mendukung Menpora dan BOPI tegas terhadap PSSI dan PT. Liga Indoneisa serta menuntut hak-hak Persebaya Indonesia dikembalikan.

Dalam pengamanan Kongres Luar Biasa PSSI 2015 kali ini, diterjunkan sekitar 1.400 personel gabungan dari Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polda Jatim dan TNI.

Selain itu, Jalan Embong Malang tempat digelarnya KLB PSSI di Hotel JW Marriot juga diamankan dengan tiga lapis barikade polisi menggunakan tameng, kawat berduri dibentangkan sepanjang jalan dan barikade Brimob Jatim. Dua mobil water canon juga telah disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kombes Pol Setija Junianta Kapolrestabes Surabaya telah menemui perwakilan Bonek Persebaya 1927 dan menyampaikan agar aksi damai yang dilakukan berjalan dengan baik dan tidak ada tindakan anarkis atau provokatif.

Bonek 1927 sudah datang di Jalan Embong Malang sejak pukul 08.30 pagi. Mereka menuntut agar PSSI dibekukan.

Dalam orasinya, Bonek Persebaya 1927 mendukung presiden menolak mafia FIFA, mendukung Menpora dan BOPI tegas terhadap PSSI dan PT. Liga Indoneisa serta menuntut hak-hak Persebaya Indonesia dikembalikan.

Dalam pengamanan Kongres Luar Biasa PSSI 2015 kali ini, diterjunkan sekitar 1.400 personel gabungan dari Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polda Jatim dan TNI.

Selain itu, Jalan Embong Malang tempat digelarnya KLB PSSI di Hotel JW Marriot juga diamankan dengan tiga lapis barikade polisi menggunakan tameng, kawat berduri dibentangkan sepanjang jalan dan barikade Brimob Jatim. Dua mobil water canon juga telah disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kombes Pol Setija Junianta Kapolrestabes Surabaya telah menemui perwakilan Bonek Persebaya 1927 dan menyampaikan agar aksi damai yang dilakukan berjalan dengan baik dan tidak ada tindakan anarkis atau provokatif.;

Content Protection by DMCA.com
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here